JAKARTA - Penguatan integritas pasar modal dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan industri keuangan nasional.
Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia menyatakan dukungan terhadap rencana aksi percepatan reformasi yang digagas otoritas pengawas. Langkah tersebut dipandang sebagai fondasi penting untuk memulihkan kepercayaan serta memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia.
Dukungan ini mencerminkan kesadaran bahwa pertumbuhan pasar tidak cukup hanya dilihat dari sisi kuantitas transaksi. Integritas, transparansi, serta konsistensi penegakan aturan menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan investor. Prinsip kehati-hatian dinilai harus berjalan seiring dengan inovasi dan ekspansi pasar.
“Kami menilai bahwa kepercayaan investor hanya dapat terjaga melalui integritas dan transparansi yang konsisten,” ujar Ketua Umum Propami Aji Martono. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya reformasi yang tidak bersifat simbolik. Implementasi nyata menjadi ukuran keberhasilan agenda perbaikan pasar modal.
Reformasi Integritas sebagai Fondasi Jangka Panjang
Sejarah pasar keuangan global menunjukkan bahwa kredibilitas tidak dibangun melalui kebijakan semata. Konsistensi pelaksanaan serta pengawasan yang kuat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas jangka panjang. Investor menilai perubahan struktural sebagai indikator utama keberhasilan reformasi pasar.
Menurut Propami, narasi kebijakan tanpa implementasi konkret berpotensi melemahkan kepercayaan publik. Reformasi integritas harus tercermin dalam perilaku pelaku pasar serta mekanisme perdagangan yang sehat. Perubahan tersebut dinilai akan membentuk ekosistem pasar yang lebih adil dan transparan.
“Bagi investor, keberhasilan reformasi bukan terletak pada wacana, melainkan pada perubahan nyata di pasar,” jelasnya. Pandangan tersebut menekankan pentingnya konsistensi dan keberlanjutan kebijakan. Reformasi diharapkan mampu menjawab tantangan struktural yang selama ini membayangi pasar modal nasional.
Delapan Rencana Aksi dan Empat Pilar Utama
Dalam persaingan global memperebutkan modal jangka panjang, pasar modal Indonesia dituntut untuk bertransformasi secara menyeluruh. Delapan rencana aksi reformasi dibangun di atas empat pilar utama yang saling berkaitan. Pilar tersebut meliputi likuiditas, transparansi, tata kelola dan penegakan hukum, serta sinergi dan pendalaman pasar.
Propami menilai keempat pilar tersebut mencerminkan pengakuan bahwa persoalan pasar modal bersifat sistemik. Setiap pilar dirancang untuk saling melengkapi dan memperkuat struktur pasar. Reformasi yang terintegrasi dinilai mampu menciptakan pasar yang lebih kredibel dan berkelanjutan.
Pada pilar likuiditas, reformasi mengusulkan kebijakan free float baru. Batas minimum kepemilikan publik emiten direncanakan meningkat menjadi 15 persen. Kebijakan ini diselaraskan dengan praktik umum di pasar modal global.
Penguatan Likuiditas dan Transparansi Kepemilikan
Kebijakan peningkatan free float dinilai penting untuk memperluas saham yang benar-benar beredar di pasar. Langkah ini diharapkan meningkatkan kualitas pembentukan harga serta mengurangi dominasi pemegang saham pengendali. Dinamika perdagangan harian diharapkan menjadi lebih sehat dan efisien.
Meski demikian, kebijakan tersebut dirancang dengan masa transisi bagi emiten yang telah tercatat. Pendekatan bertahap dianggap penting agar reformasi tidak menimbulkan guncangan pasar. Emiten diberikan ruang untuk menyesuaikan struktur kepemilikan secara proporsional.
Pada pilar transparansi, penguatan keterbukaan ultimate beneficial ownership menjadi fokus utama. Struktur kepemilikan berlapis masih menjadi karakteristik umum di pasar modal Indonesia. Ketidakjelasan pemilik manfaat akhir dinilai meningkatkan persepsi risiko bagi investor institusional.
Tata Kelola dan Penegakan Hukum sebagai Ujian Reformasi
Penguatan transparansi bertujuan mendorong keterbukaan yang bersifat substansial, bukan sekadar administratif. Reformasi juga diperkuat melalui peningkatan kualitas data kepemilikan saham. Peran lembaga penyimpanan dan penyelesaian dinilai krusial dalam menyediakan data yang lebih reliabel.
Propami mendukung penyediaan data yang lebih granular dan terklasifikasi. Informasi kepemilikan yang akurat dinilai penting bagi pengawasan dan pengambilan kebijakan. Data yang kuat menjadi dasar terciptanya pasar yang kredibel dan efisien.
Pada pilar tata kelola dan penegakan hukum, reformasi dipandang sebagai ujian paling krusial. Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah demutualisasi bursa efek. Pemisahan fungsi komersial dan pengawasan dinilai dapat memperkuat independensi serta integritas pasar modal nasional.