Investasi Energi Terbarukan Perkuat Arah Pembangunan Berkelanjutan

Rabu, 04 Februari 2026 | 14:44:56 WIB
Investasi Energi Terbarukan Perkuat Arah Pembangunan Berkelanjutan

JAKARTA - Transisi energi global mendorong daerah ini menata ulang arah pembangunan menuju pertumbuhan hijau. 

Energi diposisikan sebagai pilar baru yang terintegrasi dengan strategi peningkatan kualitas ekonomi. Fokus utama diarahkan pada penarikan investasi hijau dan pembangunan berkelanjutan jangka panjang.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat daya saing daerah di tengah perubahan iklim dan dinamika ekonomi global. Energi terbarukan diprioritaskan sebagai fondasi pembangunan yang ramah lingkungan. Pendekatan ini juga diharapkan mampu menekan emisi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Dengan menetapkan energi sebagai sektor unggulan, daerah ini menargetkan pertumbuhan yang lebih inklusif. Pengembangan energi bersih dipandang mampu menciptakan nilai tambah lintas sektor. Strategi ini menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan ke depan.

Potensi Alam Penopang Energi Hijau

Wilayah ini memiliki karakteristik alam khas Delta Mekong yang sangat mendukung energi terbarukan. Jaringan sungai dan kanal yang padat membuka peluang pengembangan energi berbasis biomassa. Radiasi matahari yang stabil sepanjang tahun juga menjadi keunggulan penting.

Selain itu, ketersediaan lahan mendukung pengembangan tenaga surya atap secara masif. Limbah pertanian dan rumah tangga dapat diolah menjadi sumber energi biomassa. Kondisi tersebut menjadi modal strategis menuju energi bersih dan rendah emisi.

Potensi alam ini memperkuat kesiapan daerah dalam menyusun strategi energi hijau. Energi terbarukan dipandang sebagai solusi pembangunan yang adaptif dan berkelanjutan. Dengan pemanfaatan optimal, ketergantungan pada energi fosil dapat dikurangi secara bertahap.

Energi Maritim dan Angin Jadi Andalan

Menurut Bapak Tran Quoc Tuan, pengembangan ekonomi maritim ditetapkan sebagai penggerak utama pertumbuhan daerah. Energi terbarukan dan energi baru menjadi pilar prioritas dalam rencana pembangunan jangka menengah dan panjang. Posisi geografis dan perluasan ruang maritim memperkuat arah kebijakan tersebut.

Daerah ini menargetkan diri sebagai pusat energi bersih di kawasan Delta Mekong dan nasional. Fokus diarahkan pada pengembangan tenaga angin lepas pantai dan darat sesuai rencana energi nasional. Kapasitas yang direncanakan mencerminkan ambisi besar dalam sektor ini.

Saat ini, ratusan megawatt tenaga angin telah beroperasi secara komersial. Tambahan kapasitas dijadwalkan mulai beroperasi pada awal 2026. Target lebih dari 1.000 MW pada 2026 menjadi tonggak penting pengembangan energi angin.

Hidrogen Hijau dan Investasi Industri

Selain tenaga angin, hidrogen hijau ditetapkan sebagai sektor terobosan strategis. Proyek pabrik hidrogen hijau bernilai hampir 8 triliun VND telah diidentifikasi. Teknologi elektrolisis air laut berbasis energi terbarukan menjadi keunggulan proyek ini.

“Untuk sektor industri dan energi, Departemen Perindustrian dan Perdagangan mengidentifikasi hal ini sebagai pilar penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi provinsi. 

Departemen akan fokus pada koordinasi erat dengan departemen terkait, pemerintah daerah, dan investor untuk mempercepat kemajuan proyek-proyek industri, terutama proyek energi terbarukan,” kata Bapak Tran Quoc Tuan.

Pengembangan energi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Proyek hijau diharapkan membuka lapangan kerja baru dan mendorong restrukturisasi tenaga kerja. Dampak lingkungan tetap menjadi perhatian utama dalam setiap investasi.

Industri Hijau dan Infrastruktur Berkelanjutan

Investasi hijau dipandang sebagai tren pembangunan yang tidak terelakkan. Daerah ini memperkuat kebijakan untuk menciptakan iklim investasi yang transparan dan kompetitif. Fokus diarahkan pada industri hijau dan ekonomi sirkular.

Kawasan industri baru dirancang dengan infrastruktur modern dan ramah lingkungan. Teknologi pengolahan limbah canggih serta penggunaan energi terbarukan menjadi prioritas. Kawasan industri eksisting juga diarahkan menuju standar keberlanjutan.

Menurut Nguyen Van Phuong, investasi difokuskan pada industri berteknologi bersih dan bernilai tambah tinggi. Pergeseran dari produksi ke pengolahan mendalam produk pertanian dan perikanan terus didorong. Tujuannya adalah meningkatkan daya saing sekaligus efisiensi sumber daya.

“Provinsi ini akan terus mengembangkan dan mengeluarkan kebijakan preferensial khusus untuk proyek investasi di industri hijau, ekonomi sirkular, dan pengolahan mendalam produk pertanian. 

Secara khusus, peraturan dan pedoman spesifik akan dikeluarkan untuk mendorong dan memfasilitasi bisnis menerapkan model ekonomi sirkular dalam kegiatan produksi dan bisnis mereka,” kata Bapak Phuong.

Ke depan, pembangunan infrastruktur kawasan industri akan terus dipercepat. Sistem pengolahan air limbah terpusat dan jaringan transportasi terintegrasi menjadi fokus utama. Dengan langkah ini, energi hijau diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Terkini