Mobil Listrik Suzuki eVitara Resmi Meluncur Indonesia

Jumat, 13 Februari 2026 | 08:26:43 WIB
Mobil Listrik Suzuki eVitara Resmi Meluncur Indonesia

JAKARTA - Peluncuran kendaraan listrik terbaru Suzuki menandai babak baru inovasi di segmen SUV. 

Kehadiran model ini memberi pilihan berbeda bagi konsumen yang menginginkan teknologi ramah lingkungan tanpa meninggalkan karakter tangguh. Momen perkenalan ini sekaligus menegaskan arah pengembangan produk Suzuki ke depan.

Model ini resmi hadir pada hari pertama pameran otomotif 2026. Harga yang ditawarkan berada di kelas premium dengan dua pilihan warna bodi. Nilai tersebut mencerminkan teknologi listrik yang dibenamkan pada SUV perdana Suzuki.

Sebagai kendaraan listrik pertama dari merek ini, eVitara membawa nilai simbolik bagi para pemiliknya. Pemilik akan menjadi bagian dari perjalanan awal Suzuki di era elektrifikasi. Produk ini diposisikan sebagai wujud inovasi terkini sekaligus pijakan masa depan.

Teknologi Listrik Berpadu DNA SUV

Keunggulan utama kendaraan ini terletak pada kombinasi teknologi listrik dengan karakter SUV. Suzuki mengandalkan pengalaman panjang di segmen SUV untuk memastikan performa dan kenyamanan tetap terjaga. Perpaduan tersebut diharapkan memberi rasa percaya diri bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik.

“Kami di Suzuki punya akar kuat di segmen SUV, sejarah panjang dan keahlian yang mumpuni. eVitara kan kendaraan listrik pertama kami, mereka (konsumen) jadi bagian sejarah dari Suzuki,” kata Dony. Pernyataan tersebut menegaskan posisi eVitara sebagai tonggak penting bagi merek ini.

Keyakinan terhadap produk baru juga didorong oleh basis pelanggan yang loyal. Suzuki menilai nilai produk dan layanan menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan konsumen. Pendekatan ini diharapkan memperkuat daya saing di pasar kendaraan listrik.

Harga Premium dan Nilai Kepemilikan

Harga eVitara dibuka mulai Rp 755 juta untuk varian single tone dan Rp 758 juta untuk dual tone. Angka tersebut menempatkan eVitara di kelas kendaraan listrik premium. Penetapan harga ini sejalan dengan fitur dan teknologi yang diusung.

Harga tersebut belum termasuk paket pengisian daya di rumah. Terdapat tambahan biaya Rp 12 juta untuk fasilitas home charging. Dengan tambahan ini, total harga eVitara single tone menjadi Rp 767 juta.

Penawaran harga ini mencerminkan investasi teknologi yang dibenamkan pada kendaraan. Konsumen diharapkan menilai nilai kepemilikan jangka panjang dari teknologi listrik. Pengalaman berkendara yang lebih senyap dan modern menjadi nilai tambah.

Skema Pembiayaan untuk Konsumen

Bagi konsumen yang memilih eVitara single tone tanpa home charging, tersedia skema pembayaran dengan uang muka Rp 222.230.000. Tenor angsuran ditawarkan hingga 59 kali dengan cicilan Rp 12.579.000. Skema ini memberi fleksibilitas bagi calon pemilik untuk menyesuaikan kemampuan finansial.

Untuk paket dengan home charging, uang muka menjadi Rp 225.730.000. Cicilan per bulan pada tenor yang sama tercatat Rp 12.779.000. Skema ini memudahkan konsumen yang ingin langsung memiliki fasilitas pengisian daya di rumah.

Sementara itu, eVitara dual tone ditawarkan dengan uang muka Rp 223.100.000. Cicilan per bulan pada tenor 59 kali sebesar Rp 12.629.000. Pilihan skema ini memberi variasi bagi konsumen sesuai preferensi warna dan kebutuhan.

Prospek Pasar Kendaraan Listrik Suzuki

Kehadiran eVitara membuka peluang baru bagi Suzuki di pasar kendaraan listrik nasional. Model ini diharapkan menarik perhatian pengguna setia yang ingin mencoba teknologi baru. Langkah ini juga memperluas portofolio Suzuki di segmen elektrifikasi.

Pasar kendaraan listrik terus menunjukkan pertumbuhan seiring meningkatnya minat konsumen. Suzuki memanfaatkan momentum ini dengan menawarkan produk yang memadukan teknologi dan karakter SUV. Pendekatan ini memberi diferensiasi di tengah persaingan yang semakin ketat.

Dengan strategi produk dan layanan bernilai tinggi, Suzuki menargetkan kepercayaan jangka panjang konsumen. Kehadiran eVitara menjadi sinyal komitmen Suzuki terhadap inovasi berkelanjutan. Produk ini diharapkan menjadi awal perjalanan elektrifikasi yang konsisten.

Terkini