Pemerintah Salurkan Bantuan Rumah Rusak Akibat Banjir dan Longsor di 24 Kabupaten/Kota Aceh

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:01:56 WIB
Pemerintah Salurkan Bantuan Rumah Rusak Akibat Banjir dan Longsor di 24 Kabupaten/Kota Aceh

JAKARTA - Upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh memasuki tahap penting. Pemerintah secara serentak menyerahkan bantuan stimulan bagi rumah rusak ringan (RR) dan rumah rusak sedang (RS) di 24 kabupaten/kota. Penyerahan ini menjadi wujud konkret kehadiran negara dalam membantu warga yang terdampak, sekaligus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi hunian masyarakat.

Kepala Satuan Tugas Kewilayahan (Kasatgaswil) Aceh, Safrizal Zakaria Ali, menyampaikan bahwa penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada hari yang sama di seluruh wilayah terdampak.

“Kegiatan ini dipimpin secara terpusat oleh Menko PMK (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) Bapak Praktino dan Mendagri (Menteri Dalam Negeri) Bapak Tito Karnavian,” kata Safrizal dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Kegiatan tersebut dikoordinasikan lintas kementerian dan lembaga, termasuk unsur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta jajaran pemerintah daerah, guna memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.

Aceh Tamiang dan Aceh Timur Terima Bantuan Terbesar

Safrizal merincikan, Kabupaten Aceh Tamiang yang menjadi wilayah terparah terdampak banjir dan longsor menerima bantuan signifikan. Penyerahan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri, Ka BPI Danantara selaku Wakasatgas 4, Dirjen Bina Adwil Kemendagri selaku Kasatgaswil serta unsur Pengarah BNPB Isroil Samihardjo. Bantuan diberikan kepada 2.813 KK kategori RR dan 2.345 KK kategori RS, dengan total nilai mencapai Rp112.545.000.000.

Selain Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur juga menerima bantuan dalam jumlah besar. Bantuan stimulan diserahkan oleh Prof. Dirham kepada 2.707 KK (RR) dan 2.611 KK (RS), dengan total mencapai Rp118.935.000.000.

Sementara itu, di wilayah Aceh lainnya, bantuan diserahkan oleh Kepala BNPB selaku Wakasatgas 2 dan Deputi 4 BNPB dengan rincian RR sebanyak 1.215 KK dan RS sebanyak 465 KK, dengan nilai bantuan sebesar Rp32.175.000.000.

Penyaluran ini menunjukkan fokus pemerintah pada daerah-daerah dengan tingkat kerusakan paling tinggi agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.

Rincian Bantuan di Sejumlah Kabupaten/Kota

Di Kabupaten Aceh Barat, bantuan diserahkan oleh Luqmanul Hakim dengan rincian untuk RR sebanyak 49 KK dan RS sebanyak 24 KK, dengan total bantuan Rp1.455.000.000.

Kabupaten Aceh Selatan menerima bantuan yang diserahkan oleh Kolonel Hery, dengan rincian 233 KK untuk kategori RR dan 41 KK untuk kategori RS. Total bantuan mencapai Rp4.725.000.000.

Di Kabupaten Aceh Tenggara, Letkol Hendri menyerahkan bantuan kepada 31 KK (RR) dan 34 KK (RS), dengan total Rp1.485.000.000.

Kota Lhokseumawe memperoleh bantuan yang diserahkan oleh Mayjen (Purn) Denny Herman, dengan rincian RR sebanyak 23 KK dan RS sebanyak 1.178 KK. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp35.685.000.000.

Selanjutnya di Kabupaten Nagan Raya, Brigjen (Purn) Jahidin Chilo menyerahkan bantuan kepada 89 KK (RR) dan 80 KK (RS), dengan total Rp3.735.000.000.

Untuk Kabupaten Bener Meriah, bantuan diserahkan oleh Berton Panjaitan bersama Brigjen (Purn) A. Bulo kepada 118 KK (RR) dan 84 KK (RS), dengan total Rp4.290.000.000.

Di Kota Subulussalam, Brigjen (Purn) Yan Namora menyerahkan bantuan kepada 1.043 KK (RR) dan 74 KK (RS), dengan total Rp17.865.000.000.

Kabupaten Aceh Singkil menerima bantuan dari Kolonel Agus Marsanto untuk 472 KK (RR) dan 48 KK (RS), dengan total Rp8.520.000.000.

Terakhir, di Kabupaten Gayo Lues, Brigjen (Purn) Bambang Eko menyerahkan bantuan kepada 3 KK (RR) dan 9 KK (RS), dengan total Rp315.000.000.

Negara Hadir untuk Warga Terdampak Bencana

Safrizal menegaskan bahwa bantuan stimulan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah dalam mendampingi masyarakat yang terdampak bencana.

“Bantuan stimulan ini sebagai kepedulian dan kehadiran negara kepada warga yang terdampak bencana banjir dan longsor. Negara selalu hadir dalam setiap bencana,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya berhenti pada penyerahan simbolis, tetapi akan terus dipantau pelaksanaannya di lapangan agar tepat guna dan tepat sasaran.

Harapan Pemulihan Hunian Warga

Bantuan stimulan yang diberikan diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperbaiki hunian mereka. Pemerintah menaruh perhatian besar pada percepatan rehabilitasi rumah agar warga bisa kembali menempati tempat tinggal yang layak dan aman.

“Insya Allah bantuan stimulan bisa digunakan sebaik-baiknya untuk merehabilitasi rumah,” tutur Safrizal.

Dengan penyaluran serentak di 24 kabupaten/kota, pemerintah berharap proses pemulihan pascabencana di Aceh berjalan lebih cepat dan merata. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unsur terkait diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana sekaligus membangun kembali kehidupan yang lebih baik.

Terkini

Garuda Indonesia Dukung Tiket Lebaran Lebih Terjangkau

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:25:15 WIB

KAI Tambah Perjalanan Kereta Sambut Libur Imlek 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:25:15 WIB

KAI Perkuat Kesiapan Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:25:15 WIB

Skema Pemutihan BPJS Dorong Kepesertaan Kembali

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:25:14 WIB

Penguatan Layanan BPJS Demi Kepastian Akses

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:25:14 WIB