Polda Aceh Pastikan Pembangunan Huntap di Aceh Tamiang Sesuai Tahapan dan Tepat Waktu

Selasa, 03 Maret 2026 | 11:24:56 WIB
Polda Aceh Pastikan Pembangunan Huntap di Aceh Tamiang Sesuai Tahapan dan Tepat Waktu

JAKARTA - Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang terus menunjukkan perkembangan. 

Setelah banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 memaksa banyak warga kehilangan tempat tinggal, pembangunan hunian tetap menjadi salah satu prioritas utama. Proyek tersebut kini memasuki tahap progres signifikan dengan pengawasan ketat dari aparat kepolisian.

Kepolisian Daerah Aceh memastikan proses pembangunan hunian tetap atau huntap bagi masyarakat terdampak berjalan sesuai rencana. Tidak hanya mengejar target waktu, kualitas konstruksi juga menjadi perhatian agar rumah yang dibangun benar-benar layak dan aman untuk dihuni dalam jangka panjang.

Pengawasan Ketat untuk Tepat Waktu dan Berkualitas

Polda Aceh memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) yang dibangun Polri untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang berjalan sesuai tahapan agar penyelesaian tepat waktu.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Senin, mengatakan ada sebanyak 76 unit huntap yang dibangun Polri di Kampung Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

"Kami memastikan pembangunan huntap tersebut sesuai tahapan, sehingga progres penyelesaiannya tepat waktu. Selain tepat waktu, kami juga memastikan kualitas bangunan sesuai yang direncanakan," katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen kepolisian dalam memastikan proses konstruksi berjalan sesuai standar teknis. Setiap tahapan pembangunan diawasi agar tidak terjadi penyimpangan dari rencana awal, baik dari sisi waktu maupun mutu bangunan.

Rincian Tipe dan Progres Pembangunan Huntap

Joko Krisdiyanto menyebutkan dari 76 huntap yang sedang dibangun tersebut terdiri Tipe 36 sistem precast atau rumah pracetak sebanyak 34 unit. Progres pembangunan 34 unit tersebut telah mencapai 38 persen.

Kemudian Tipe Ruspin sebanyak 42 unit dengan progres mencapai 53,12 persen. Tipe Ruspin atau rumah unggul sistem panel instan adalah teknologi konstruksi rumah pracetak modern yang dikembangkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), menggunakan sistem perakitan komponen beton bertulang dengan baut.

Dari data tersebut terlihat bahwa pembangunan Tipe Ruspin menunjukkan progres lebih tinggi dibandingkan Tipe 36 sistem precast. Kedua tipe rumah tersebut dirancang untuk memberikan hunian permanen yang lebih tahan terhadap potensi bencana di masa mendatang.

Sistem pracetak dan panel instan dipilih karena dinilai lebih efisien dalam proses pembangunan serta memiliki standar kualitas yang terukur. Dengan metode tersebut, penyelesaian proyek diharapkan dapat berlangsung lebih cepat tanpa mengorbankan kekuatan struktur bangunan.

Pengawasan Lapangan Dilakukan Secara Rutin

"Pengawasan lapangan pembangunan hunian tetap tersebut dilakukan sebagai secara rutin guna memastikan pekerjaan setiap tahapan berjalan sesuai standar dan tepat waktu," kata Joko Krisdiyanto.

Pengawasan rutin ini menjadi bagian penting dalam menjamin kelancaran proyek. Setiap perkembangan di lapangan dipantau secara berkala untuk memastikan tidak ada hambatan berarti yang dapat memperlambat penyelesaian.

Ia menyebutkan pembangunan huntap untuk warga terdampak banjir bandang pada akhir November 2025 di Kabupaten Aceh Tamiang tersebut merupakan dukungan Polri terhadap pemulihan pasca-bencana.

Pembangunan hunian tetap tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal baru bagi warga terdampak, tetapi juga menjadi simbol percepatan pemulihan setelah bencana besar. Kehadiran rumah permanen diharapkan mampu memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat yang sebelumnya kehilangan tempat tinggal.

Komitmen Polri dalam Pemulihan Pascabencana

"Kami terus berupaya agar pembangunan hunian tetap tersebut dapat selesai tepat waktu, sehingga masyarakat terdampak bencana segera menempati rumah yang layak dan aman," kata Joko Krisdiyanto.

Dengan selesainya hunian tetap, kata dia, masyarakat terdampak bencana dapat bangkit kembali, sehingga aktivitas ekonomi dan stabilitas sosial masyarakat di wilayah bencana bisa kembali pulih.

Hunian yang layak menjadi fondasi penting bagi masyarakat untuk memulai kembali kehidupan mereka. Setelah kebutuhan dasar tempat tinggal terpenuhi, warga dapat kembali fokus pada pemulihan ekonomi keluarga dan aktivitas sosial lainnya.

"Polri menegaskan komitmennya akan terus hadir dan berkontribusi dalam setiap tahapan pemulihan bencana. Kehadiran ini sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara," kata Joko Krisdiyanto.

Komitmen tersebut menunjukkan bahwa peran kepolisian tidak hanya terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga mencakup dukungan nyata dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pembangunan huntap di Aceh Tamiang menjadi salah satu bentuk konkret kontribusi tersebut.

Dengan progres yang terus berjalan dan pengawasan yang konsisten, diharapkan seluruh unit hunian tetap dapat segera rampung sesuai target. Kehadiran rumah permanen ini menjadi harapan baru bagi warga terdampak untuk menata kembali kehidupan secara lebih aman dan stabil setelah bencana hidrometeorologi melanda wilayah mereka.

Terkini