Cara Bikin Rempeyek Ebi Gurih dan Super Renyah, Rahasia Tahan Lama Tidak Melempem

Kamis, 05 Maret 2026 | 13:30:38 WIB
Cara Bikin Rempeyek Ebi Gurih dan Super Renyah, Rahasia Tahan Lama Tidak Melempem

JAKART - Rempeyek merupakan salah satu camilan tradisional Indonesia yang sudah sangat familiar di berbagai daerah. 

Teksturnya yang tipis dan renyah dengan rasa gurih membuat makanan ini sering dijadikan pelengkap hidangan utama maupun camilan saat bersantai. Dari sekian banyak variasi rempeyek, rempeyek ebi menjadi salah satu yang paling banyak digemari karena menghadirkan aroma dan rasa khas dari udang kering.

Banyak orang mencoba membuat rempeyek sendiri di rumah, namun tidak sedikit yang menghadapi masalah yang sama. Rempeyek sering kali tidak bertahan lama kerenyahannya dan mudah melempem setelah beberapa hari. Hal ini biasanya terjadi karena komposisi bahan yang kurang tepat atau teknik penggorengan yang kurang optimal.

Padahal, jika proses pembuatan dilakukan dengan benar, rempeyek ebi bisa tetap renyah bahkan hingga berminggu-minggu. Kuncinya terletak pada pemilihan bahan, cara mengolah adonan, teknik menggoreng, hingga metode penyimpanan setelah matang.

Dengan memperhatikan beberapa langkah penting, Anda bisa menghasilkan rempeyek ebi yang tipis, gurih, dan renyah maksimal. Berikut panduan lengkap cara membuat rempeyek ebi yang tahan lama dan tetap nikmat dinikmati kapan saja.

Bahan-Bahan Membuat Rempeyek Ebi

Bahan-bahan Utama
Tepung Beras: 250-500 gram tepung beras.
Tepung Kanji/Tapioka/Maizena: 2 sendok makan hingga 1 gelas tepung kanji/tapioka, atau kombinasi 3 sendok makan tepung tapioka dan 1 sendok makan tepung maizena.
Ebi (Udang Kering): 70-150 gram ebi atau ¼ kg kacang udang ebi.
Telur: 1 butir telur (opsional, beberapa resep menyarankan tanpa telur untuk hasil lebih renyah).
Air: 300-500 ml air.
Daun Jeruk: 2-10 lembar daun jeruk, iris tipis.
Minyak Goreng: Secukupnya untuk menggoreng.

Bumbu Halus
Bawang Putih: 2-6 siung bawang putih.
Kemiri: 2-8 butir kemiri.
Ketumbar: 1 sendok teh ketumbar bubuk atau 1 sendok makan ketumbar.
Kunyit: 1 cm kunyit atau 1 sendok teh kunyit bubuk.
Garam: 1 sendok teh hingga 1 sendok makan garam.
Kaldu Bubuk: 1 sendok teh kaldu bubuk atau kaldu ayam/jamur secukupnya.
Bawang Merah: 2 siung bawang merah (opsional).
Kencur: 2 cm kencur (opsional).
Cabe Merah Keriting: 1 buah cabe merah keriting (opsional, untuk sedikit rasa pedas).
Soda Kue: ¼ sendok teh soda kue (opsional, untuk menambah kerenyahan).
Air Kapur Sirih: 50 ml air kapur sirih (opsional, untuk kerenyahan ekstra).

Langkah Membuat Rempeyek Ebi yang Renyah

Haluskan Bumbu
Haluskan semua bahan bumbu halus seperti bawang putih, kemiri, ketumbar, kunyit, garam, dan cabe merah keriting jika digunakan. Pastikan bumbu benar-benar halus agar rasa merata.

Campur Bahan Kering
Dalam sebuah wadah besar, campurkan tepung beras, tepung kanji/tapioka/maizena, kaldu bubuk, dan bumbu halus yang sudah dihaluskan. Aduk rata hingga semua bahan kering tercampur sempurna.

Tambahkan Air dan Telur
Masukkan air secara bertahap sedikit demi sedikit sambil terus diaduk. Pastikan adonan tidak menggumpal dan memiliki konsistensi yang cukup kental. Jika menggunakan telur, masukkan pada tahap ini dan aduk kembali. Tambahkan juga air kapur sirih jika ingin kerenyahan ekstra.

Masukkan Ebi dan Daun Jeruk
Masukkan ebi yang sudah dibersihkan dan irisan daun jeruk ke dalam adonan. Aduk kembali hingga ebi dan daun jeruk tersebar merata di seluruh adonan.

Panaskan Minyak
Panaskan minyak goreng dalam jumlah yang cukup banyak di wajan dengan api sedang. Penggunaan minyak yang banyak penting agar rempeyek dapat terendam sempurna dan matang merata.

Goreng Rempeyek
Ambil satu sendok sayur adonan, lalu alirkan tipis-tipis ke pinggir wajan yang berisi minyak panas. Siram-siram bagian atas adonan dengan minyak panas agar adonan terlepas dari pinggir wajan dan matang merata. Goreng hingga rempeyek berwarna kuning kecoklatan, kering, dan matang sempurna. Angkat dan tiriskan minyaknya menggunakan saringan atau kertas penyerap minyak. Lakukan proses ini hingga seluruh adonan habis.

Kunci Rempeyek Ebi Agar Tahan Lama

Menciptakan rempeyek ebi yang renyah maksimal dan awet memerlukan perhatian pada beberapa aspek penting. Dari pemilihan bahan hingga proses penggorengan dan penyimpanan, setiap langkah berkontribusi pada ketahanan kerenyahan rempeyek.

Pemilihan Bahan
Pilihlah ebi atau udang kering yang segar dan berkualitas baik agar rasa gurihnya maksimal dan cepat kering saat digoreng. Untuk tepung, kombinasi tepung beras dan tepung tapioka/kanji/maizena sangat krusial. Tepung beras memberikan tekstur renyah, sementara tambahan sedikit tepung tapioka membantu adonan lebih kokoh dan tidak mudah hancur, menjamin rempeyek tidak rapuh.

Adonan
Konsistensi adonan adalah penentu utama kerenyahan rempeyek. Adonan harus cukup kental, tidak terlalu encer agar rempeyek tidak mudah hancur, dan tidak terlalu padat agar bisa tipis dan renyah saat digoreng. Hindari penggunaan santan dan telur berlebihan, karena dapat membuat adonan lembap dan mengurangi kerenyahan. Penambahan sedikit air kapur sirih atau soda kue juga dapat membantu meningkatkan kerenyahan rempeyek secara signifikan. Pastikan untuk selalu mengaduk adonan setiap kali akan menuangkan ke wajan, sebab adonan tepung cenderung mengendap di dasar.

Teknik Penggorengan
Goreng rempeyek dalam minyak panas yang banyak agar matang merata dan renyah sempurna. Gunakan api sedang agar rempeyek matang perlahan hingga ke dalam dan tidak cepat gosong di luar. Kematangan yang sempurna adalah kunci utama cara bikin rempeyek ebi tahan lama, jadi pastikan rempeyek digoreng hingga benar-benar kering dan berwarna kuning kecoklatan. Setelah diangkat, tiriskan rempeyek dengan baik untuk menghilangkan sisa minyak, bisa menggunakan kertas penyerap minyak atau saringan.

Cara Menyimpan Rempeyek Agar Tetap Renyah

Agar rempeyek tetap renyah dan tahan lama, pastikan rempeyek sudah benar-benar dingin sebelum disimpan. Menyimpan rempeyek yang masih hangat akan menyebabkan uap air terperangkap dan membuatnya cepat melempem.

Gunakan wadah kedap udara atau toples yang tertutup rapat untuk menjaga kerenyahan. Hindari menyimpan rempeyek di tempat lembap karena udara yang masuk dapat membuat teksturnya cepat berubah.

Rempeyek ebi buatan rumahan umumnya tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga daya tahannya sangat bergantung pada proses pembuatan dan penyimpanan yang benar. Jika semua langkah dilakukan dengan tepat, rempeyek bisa tetap renyah dalam waktu cukup lama dan siap dinikmati kapan saja bersama keluarga.

Terkini