Pasar Modal

Inisiatif Pasar Modal Perkuat Daya Saing Indonesia Global

Inisiatif Pasar Modal Perkuat Daya Saing Indonesia Global
Inisiatif Pasar Modal Perkuat Daya Saing Indonesia Global

JAKARTA - Upaya penguatan pasar modal nasional terus dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga. 

Sejumlah inisiatif strategis disiapkan untuk meningkatkan transparansi dan kedalaman pasar. Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda reformasi berkelanjutan.

PT Bursa Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia melaksanakan pertemuan daring dengan Morgan Stanley Capital International. Pertemuan tersebut dilakukan dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan. Diskusi difokuskan pada penguatan struktur dan kualitas pasar modal Indonesia.

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan bahwa pertemuan membahas berbagai inisiatif penting. Inisiatif tersebut dirancang untuk memperkuat kepercayaan investor global. Seluruh kebijakan diselaraskan dengan arah reformasi pasar modal nasional.

Perluasan Keterbukaan Data Kepemilikan Saham

Salah satu inisiatif yang dibahas adalah perluasan keterbukaan data kepemilikan saham. Selama ini, keterbukaan hanya mencakup kepemilikan di atas lima persen. Kebijakan baru memperluas cakupan tersebut secara lebih detail.

BEI akan menambahkan pengungkapan kepemilikan saham di atas satu persen. Informasi tersebut akan disampaikan secara bulanan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi pasar.

Perluasan data kepemilikan saham memberikan gambaran yang lebih utuh kepada investor. Transparansi dinilai sebagai elemen penting dalam membangun kepercayaan. Kebijakan ini menjadi fondasi penguatan integritas pasar modal.

Penyempurnaan Klasifikasi Investor SID

Inisiatif berikutnya adalah penyempurnaan klasifikasi investor dalam Single Investor Identification. Saat ini, SID mengenal sembilan jenis investor. Penyempurnaan dilakukan untuk meningkatkan kualitas data investor.

KSEI akan berkolaborasi dengan pelaku pasar dalam menambahkan sejumlah data fields. Penambahan ini bertujuan meningkatkan granularitas data. Langkah tersebut mendukung analisis pasar yang lebih komprehensif.

Penyempurnaan klasifikasi dilakukan melalui penambahan 27 klasifikasi investor. Klasifikasi tersebut menjadi subkategori pada jenis Corporate dan Others. Kebijakan ini diharapkan memperkuat akurasi pemetaan investor.

Peningkatan Ketentuan Minimum Free Float

Peningkatan ketentuan minimum free float juga menjadi fokus pembahasan. Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari upaya pendalaman pasar. Penyesuaian dilakukan untuk menyelaraskan standar global.

Ketentuan minimum free float akan ditingkatkan dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Peningkatan tersebut diterapkan secara bertahap. Mekanisme ini dirancang agar transisi berjalan lancar.

Kebijakan free float dinilai penting dalam meningkatkan likuiditas saham. Likuiditas yang sehat mendukung efisiensi pasar. Langkah ini juga memperkuat daya tarik emiten di mata investor.

Target Penyelesaian Inisiatif Pasar Modal

BEI menargetkan seluruh inisiatif dapat diselesaikan sebelum akhir April 2026. Target waktu tersebut ditetapkan untuk menjaga momentum reformasi. Implementasi dilakukan secara terukur dan terkoordinasi.

Kautsar menyampaikan bahwa BEI dan KSEI berkomitmen menyelesaikan seluruh tahapan. Koordinasi dengan OJK terus diperkuat. Sinergi antar lembaga menjadi kunci keberhasilan.

Penyelesaian tepat waktu diharapkan memberikan dampak nyata. Pasar modal nasional ditargetkan semakin kredibel. Reformasi ini menjadi bagian dari transformasi jangka panjang.

Komitmen Kolaborasi Dengan Investor Global

Ke depan, BEI dan KSEI menegaskan komitmen menjaga keterlibatan aktif dengan MSCI. Keterlibatan dilakukan secara tepat waktu dan proaktif. Pendekatan ini bertujuan memperkuat komunikasi dan kepercayaan.

Kolaborasi dengan investor global menjadi elemen penting dalam reformasi. Masukan dari pemangku kepentingan internasional menjadi referensi kebijakan. Hal ini memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

“Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan peningkatan nyata terhadap transparansi pasar serta semakin memperkuat daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global,” ujar Kautsar. Pernyataan tersebut mencerminkan optimisme terhadap reformasi. Pasar modal Indonesia diharapkan semakin kompetitif dan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index