MBG

MBG Bantu Stabilkan Harga Ayam dan Pasokan Pangan

MBG Bantu Stabilkan Harga Ayam dan Pasokan Pangan
MBG Bantu Stabilkan Harga Ayam dan Pasokan Pangan

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata berperan penting dalam menjaga stabilitas harga daging ayam di pasaran. 

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa MBG tidak menyebabkan kenaikan harga, melainkan memberikan kepastian permintaan bagi produsen. Dengan pola permintaan yang lebih teratur, produsen dapat merencanakan produksi secara konsisten sehingga harga cenderung stabil.

Pengaruh MBG Terhadap Permintaan dan Produksi

Selama ini fluktuasi harga ayam dipengaruhi oleh perubahan permintaan pasar yang tidak menentu. Ketika permintaan naik-turun secara sporadis, produksi pun menyesuaikan sehingga harga mudah melambung atau turun drastis. 

Dengan hadirnya MBG, permintaan menjadi lebih pasti, sehingga produsen dapat mengatur produksi secara linear sesuai kebutuhan program, yang berimbas pada kestabilan harga di pasaran.

Menteri Budi meminta masyarakat untuk melihat harga pangan secara menyeluruh dan tidak mengaitkan kenaikan harga secara langsung dengan MBG. Ia menekankan bahwa program ini justru memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, karena adanya kepastian permintaan. 

Para produsen ayam merasa terbantu dalam meningkatkan produksi secara berkelanjutan tanpa harus khawatir menghadapi fluktuasi permintaan pasar.

Dampak Positif MBG bagi Produsen dan Konsumen

Program MBG bukan hanya memberi manfaat bagi sekolah atau penerima langsung, tetapi juga memperkuat rantai pasok pangan. Produsen daging ayam dan telur kini bisa merencanakan produksi dengan lebih baik. 

Dengan begitu, pasokan di pasaran tetap terjaga dan harga lebih stabil, sehingga masyarakat memperoleh keuntungan dari ketersediaan bahan pangan yang konsisten dan harga yang wajar.

Pemerintah Pantau Pasar Menjelang Hari Besar

Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Ramadan dan Idulfitri, pemerintah tetap aktif memantau harga dan pasokan bahan pangan. Budi menjelaskan bahwa produksi yang meningkat secara berkelanjutan membuat stok tersedia dan permintaan dapat dipenuhi secara optimal. 

Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kelangkaan atau lonjakan harga yang tiba-tiba karena MBG memberikan kepastian bagi produsen dan pasar.

Data terbaru Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) menunjukkan harga daging ayam ras Rp40.259 per kilogram, telur ayam ras Rp30.570 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp16.020 per liter, dan cabai rawit Rp73.609 per kilogram. Angka ini mencerminkan stabilitas yang lebih baik dibanding periode sebelumnya.

Kesimpulan: MBG Sebagai Mekanisme Stabilitas

Hadirnya MBG telah membuktikan manfaat ganda bagi masyarakat dan produsen. Program ini tidak hanya memastikan asupan bergizi bagi penerima, tetapi juga membantu menjaga kestabilan harga pangan di pasar. 

Dengan adanya kepastian permintaan, produsen dapat memproduksi secara konsisten, pasokan tetap terjaga, dan masyarakat memperoleh harga wajar.

MBG menunjukkan bahwa intervensi sosial yang dirancang dengan baik mampu memberikan dampak ekonomi positif. Selain menyejahterakan penerima langsung, program ini juga menjaga kesehatan pasar dan memberi keuntungan bagi produsen. 

Kestabilan harga daging ayam dan komoditas lain menjadi contoh nyata bagaimana MBG berfungsi sebagai mekanisme pengendali pasar yang efektif.

Dengan pengawasan yang terus dilakukan, pemerintah memastikan MBG tetap berjalan optimal. Produsen didukung, konsumen terlindungi, dan harga bahan pangan tetap stabil. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menggabungkan kepentingan sosial dan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat luas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index