DPR RI Dorong Penguatan Imigrasi Sorong untuk Wisata Raja Ampat

DPR RI Dorong Penguatan Imigrasi Sorong untuk Wisata Raja Ampat
Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas.

SORONG - Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas, mendorong penguatan peran Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong guna mendukung rencana pembukaan penerbangan internasional langsung ke Kota Sorong, Papua Barat Daya, sebagai pintu masuk utama wisatawan menuju Raja Ampat.

"Kami akan mendorong peningkatan sarana, sumber daya manusia, dan peralatan imigrasi untuk mendukung terlaksananya penerbangan internasional di Sorong. Wisatawan nantinya bisa langsung masuk melalui Sorong tanpa harus transit di Bali atau Jakarta," katanya saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong, Senin.

Menurut Yan, kesiapan layanan keimigrasian menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata serta konektivitas internasional di Papua Barat Daya. 

Layanan imigrasi yang memadai diyakini dapat mempercepat proses pemeriksaan dokumen wisatawan mancanegara, yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah kunjungan ke Raja Ampat dan daerah sekitarnya. 

Selain mendukung jalur penerbangan internasional, Yan juga mendorong peningkatan kepemilikan paspor bagi masyarakat setempat sebagai akses terhadap pendidikan dan peluang ekonomi di luar negeri.

Saat ini, pihaknya sedang memperjuangkan pembentukan Kantor Wilayah Imigrasi Papua Barat Daya yang direncanakan berkedudukan di Sorong. 

Terkait hal tersebut, Yan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Sorong mengenai penyediaan lahan serta gedung untuk mendukung pemindahan kantor wilayah dari Manokwari ke Sorong. 

"Saya sedang mendorong agar Kantor Wilayah Imigrasi hadir di Papua Barat Daya sehingga pelayanan keimigrasian lebih dekat dan efektif bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Subseksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong, Christopel Marampa Andilolo, menyebutkan bahwa kendala utama saat ini adalah belum tersedianya terminal internasional yang representatif di Bandara Domine Eduard Osok. 

Fasilitas tersebut krusial agar layanan imigrasi, bea cukai, dan karantina dapat berjalan optimal. 

"Kalau terminal internasional sudah tersedia, tentu pelayanan akan lebih cepat dan rute penerbangan internasional reguler lebih mudah dibuka," katanya. Christopel juga berharap wilayah pelayanan Kabupaten Fakfak dan Kaimana tetap berada di bawah Kantor Imigrasi Sorong karena akses transportasi menuju Sorong lebih mudah dijangkau dibandingkan ke Manokwari.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index