BICARAKEUANGAN.COM — Kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, meluas hingga mendekati permukiman warga dan nyaris mencapai badan jalan utama pada Selasa (15/9/2026). Kobaran api menjalar cepat karena lahan kering diterpa angin kencang, sementara pasokan air petugas kian terbatas.
Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah berjibaku memadamkan api di tengah kepulan asap pekat. Personel TNI dikerahkan membantu mempercepat proses pemadaman di lokasi yang berdekatan dengan permukiman dan jalan utama.
Menurut petugas, titik-titik api di wilayah Palangka Raya saat ini rata-rata muncul di lahan yang berbatasan langsung dengan rumah warga dan akses jalan. Kondisi itu memaksa pemadaman dilakukan cepat sebelum api meluas ke fasilitas umum.
Lahan Kering dan Angin Kencang Percepat Jalar Api
Kondisi lahan yang kering akibat kemarau panjang menjadi pemicu utama cepatnya api menjalar. Tiupan angin kencang memperparah situasi, membuat petugas sulit mengendalikan kobaran api yang berpindah dari satu titik ke titik lain.
Keterbatasan sumber air di tengah kemarau menambah beban pemadaman. Petugas mengaku kehabisan air di beberapa lokasi sehingga proses pemadaman harus tertunda sambil menunggu pasokan berikutnya.
Setelah bekerja selama beberapa waktu, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan. Meski begitu, petugas tetap bersiaga mewaspadai munculnya kembali titik api di lahan yang masih kering.
Relawan Alami Luka Bakar hingga 75 Persen
Risiko pemadaman tidak hanya dirasakan petugas. Seorang relawan karhutla di Palangka Raya tersambar api dan mengalami luka bakar hingga 75 persen. Insiden itu menambah daftar korban dari upaya penanganan kebakaran lahan yang berlangsung di tengah cuaca ekstrem.
Hingga kini, petugas terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mencegah kebakaran meluas ke permukiman dan fasilitas umum. Warga di sekitar lokasi diminta waspada terhadap kemungkinan munculnya api baru.
Kemarau Panjang Perparah Risiko Karhutla
Musim kemarau yang berkepanjangan membuat sebagian besar lahan di Palangka Raya berada dalam kondisi mudah terbakar. Kombinasi lahan kering, angin kencang, dan keterbatasan air menjadikan penanganan karhutla tahun ini lebih berat dibanding periode sebelumnya.
Petugas lapangan menyebut kebakaran lahan di wilayah ini rata-rata terjadi di lokasi yang berdekatan dengan permukiman warga dan jalan utama. Pola itu membuat setiap titik api berpotensi cepat mengancam keselamatan warga dan aktivitas lalu lintas.
Upaya pemadaman darat terus dilakukan, namun kebutuhan pasokan air dan personel tambahan menjadi persoalan yang belum terselesaikan di lapangan.