JAKARTA — Timnas Futsal Indonesia memulai laga dengan percaya diri. Belum genap satu menit pertandingan berjalan, Reza Gunawan sudah membawa Indonesia unggul 1-0 atas O Parrulo Ferrol. Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah tuan rumah menyamakan kedudukan melalui Jonathan Lucas pada menit kedelapan.
Setelah gol penyama kedudukan, permainan O Parrulo Ferrol meningkat. David Bouzon membawa timnya berbalik unggul 2-1 pada menit 13, disusul gol Diogo Da Rosa semenit kemudian yang membuat skor menjadi 3-1 hingga turun minum.
Babak Kedua: Perlawanan Timnas Futsal Indonesia Belum Cukup
Memasuki babak kedua, O Parrulo Ferrol tidak mengendurkan serangan. Brayan Cesar mencetak gol keempat timnya pada menit 28, menjauhkan keunggulan menjadi 4-1. Tertinggal tiga gol, Timnas Futsal Indonesia berusaha bangkit.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit 29 ketika Muhammad Sanjaya memperkecil ketertinggalan menjadi 2-4. Sayangnya, perlawanan tersebut belum mampu menyelamatkan Indonesia dari kekalahan. O Parrulo Ferrol menutup laga dengan kemenangan 5-3.
Kekalahan Perdana di Ajang Uji Coba Spanyol
Laga ini menjadi ujian berat bagi Timnas Futsal Indonesia sejak awal. O Parrulo Ferrol bukan lawan sembarangan—mereka berkompetisi di kasta tertinggi Liga Futsal Spanyol, salah satu liga futsal terkuat di dunia. Meski kalah, penampilan Indonesia dinilai memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.
Spain Exhibition Match 2026 merupakan rangkaian uji coba internasional yang diikuti Timnas Futsal Indonesia di Spanyol. Turnamen ini menjadi bagian dari persiapan tim menuju agenda kompetisi resmi berikutnya.
Apa yang Perlu Diperbaiki Timnas Futsal Indonesia?
Beberapa aspek menjadi catatan dari laga ini. Pertama, penyelesaian akhir di babak pertama yang kurang efektif meski berhasil mencetak gol cepat. Kedua, transisi bertahan saat menghadapi tekanan balik lawan yang membuat Indonesia kebobolan tiga gol beruntun dalam enam menit.
Ketiga, respons setelah tertinggal jauh. Sempat terjadi jeda sebelum tim mampu mencetak gol kedua di babak kedua, yang menunjukkan perlunya peningkatan mental bertanding saat situasi tertekan.
Pelatih Hector Souto dan staf pelatih memiliki pekerjaan rumah sebelum laga berikutnya di ajang yang sama. Kekalahan perdana ini menjadi bahan evaluasi penting untuk memperbaiki strategi tim menghadapi lawan-lawan berikutnya di Spanyol.