IHSG Jakarta Berakhir di 6.436, Turun 0,38% saat Sektor Teknologi Tertekan

IHSG Jakarta Berakhir di 6.436, Turun 0,38% saat Sektor Teknologi Tertekan
IHSG ditutup melemah 0,38% ke level 6.436 pada perdagangan Rabu (16/9).

BICARAKEUANGAN.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.436 pada perdagangan Rabu (16/9), turun 24,30 poin atau 0,38% dari sesi sebelumnya. Tekanan datang dari sembilan dari 11 sektor indeks yang berakhir di zona merah, dengan sektor teknologi memimpin pelemahan. Sebanyak 439 saham terkoreksi, jauh melampaui 201 saham yang menguat.

Nilai transaksi di bursa hari itu mencapai Rp12,24 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 24,59 miliar lembar, mengutip data RTI Infokom. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 151 saham tercatat stagnan di harga penutupan sebelumnya.

Sektor Teknologi Pimpin Pelemahan, Industri Jadi Penopang

Sektor teknologi mencatat penurunan terdalam dengan minus 1,2%. Tekanan pada sektor ini sejalan dengan pergerakan bursa Amerika Serikat yang juga kompak merah, di mana indeks NASDAQ Composite melemah 0,78%.

Di sisi lain, hanya dua sektor yang berhasil bertahan di zona hijau. Sektor industri menjadi motor penguatan dengan kenaikan 1,19%, menahan laju pelemahan indeks agar tidak lebih dalam.

Bursa Asia dan Eropa Hijau, Wall Street Jadi Pengecualian

Mayoritas bursa saham di kawasan Asia bergerak di zona hijau pada perdagangan yang sama. Indeks Shanghai Composite di China memimpin dengan penguatan 0,71%, disusul Nikkei 225 di Jepang yang naik 0,69%.

  • Hang Seng Composite (Hong Kong): menguat 0,19%
  • Shanghai Composite (China): plus 0,71%
  • Nikkei 225 (Jepang): naik 0,69%
  • Straits Times (Singapura): menguat 0,15%

Bursa Eropa juga kompak menguat. Indeks DAX di Jerman naik tipis 0,04%, sementara FTSE 100 di Inggris menguat 0,31%.

Berbeda arah, bursa Amerika Serikat ditutup kompak merah. Selain NASDAQ Composite yang minus 0,78%, indeks S&P 500 melemah 0,45% dan Dow Jones turun 0,63%.

Tekanan Jual Menekan Lebar Pasar

Rasio saham turun terhadap yang naik mencapai lebih dari dua banding satu pada perdagangan kali ini. Kondisi itu mencerminkan tekanan jual yang cukup merata, bukan hanya terpusat pada satu atau dua saham berkapitalisasi besar.

Investasi mengandung risiko.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index